Senin, 09 Maret 2020

Etika Batuk Dan Bersin

ETIKA BATUK DAN BERSIN



            Etika batuk adalah tata cara batuk yang baik dan benar dengan cara menutup hidung dan mulut dengan tissue atau lengan baju, sehingga bakteri tidak menyebar ke udara dan tidak menular ke orang lain. Etika batuk diperuntukkan bagi Anda yang sedang mengalami batuk atau bersin. Seperti yang kita ketahui bahwa saat batuk atau bersin maka kita dapat menyebarkan kuman dalam jumlah ribuan hingga jutaan ke udara dan disaat yang sama orang yang berada disekitar kita menghirup udara yang sudah mengandung kuman akibat dari batuk maupun bersin. Oleh sebab itu untuk menghindari hal ini, etika batuk dan bersin merupakan hal yang harus diterapkan pada kehidupan sehari-hari.

Penyebab terjadinya batuk

Batuk adalah reaksi yang terjadi apabila sel-sel pada saluran udara di belakang kerongkongan teriritasi. Apabila terdapat iritan pada paru-paru, reaksi alami tubuh adalah batuk untuk mengeluarkan iritan. Apa saja penyebab batuk?
  1. Infeksi
    Produksi dahak yang sangat banyak karena infeksi saluran pernapasan. Misalnya : flu, bronchitis dan penyakit yang cukup serius meskipun jarang, misalnya : pneumoni, TBC, kanker paru.
  2. Alergi
  • Masuknya benda asing secara tidak sengaja ke dalam saluran pernapasan. Misalnya : debu, asap, makanan, cairan.
  • Mengalirnya cairan hidung kearah tenggorokan dan masuk ke saluran pernapasan. Misalnya : rhinitis alergi, batuk pilek.
  • Penyempitan pada saluran pernapasan. Misalnya : asma.

Kebiasaan batuk yang salah

Sering kali pada saat batuk kita mengabaikan etika batuk, sehingga menyebabkan virus yang dikeluarkan saat batuk dapat menyebar dan terhirup oleh orang lain. Berikut beberapa kebiasaan batuk yang salah dan sering kita lakukan.
  • Tidak menutup mulut saat batuk atau bersin di tempat umum
  • Tidak mencuci tangan setelah digunakan untuk menutup mulut atau hidung saat batuk dan bersin
  • Membuang ludah atau batuk disembarangan tempat.
  • Membuang atau meletakkan tissue yang sudah dipakai disembarangan tempat.
  • Tidak menggunakan masker saat flu atau bersin.

Etika batuk dan bersin

Seperti hal lainnya, batuk dan bersin juga memiliki etika. Banyak orang yang salah langkah saat mengalami batuk dan bersin, kebanyakan malah menutup mulut dan hidungnya dengan telapak tangan, meskipun tujuan nya baik namun hal ini belum tentu benar, karena kuman dapat berpindah ke tangan dan menyebar tanpa kita sadari melalui sentuhan atau bersalaman. Lalu, bagaimana etika batuk dan bersin yang benar? Berikut caranya :
  • Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu atau lengan baju anda bila batuk atau bersin
  • Buang tisu yang sudah digunakan ke tempat sampah
  • Cuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun atau pencuci tangan berbasis alcohol
  • Saat anda flu atau batuk gunakan masker agar orang lain tidak tertular. Tidak meletakkan masker bekas dipakai pada leher Karena bisa menyebar kembali virus dan bakteri ketika digunakan kembali.

Narasumber :
Komite PPI (Pengendalian dan Pencegahan Infeksi ) RS Awal Bros Pekanbaru
http://awalbros.com/umum/etika-batuk-dan-bersin/

Selasa, 03 Maret 2020

Cara Merawat Kuku agar Tetap Bersih, Sehat dan Cantik

Cara Merawat Kuku agar Tetap Bersih, Sehat dan Cantik

Hasil gambar untuk kuku tangan dan kaki yang cantik

Memiliki kuku sehat, cantik, dan kuat itu mudah, kok. Asal Anda tepat dan benar dalam merawatnya. Nah, supaya tidak salah dalam merawat kuku, ikuti beberapa aturannya, seperti:

1. Potong kuku seperlunya, jangan berlebihan

Tahukah Anda bahwa kuku menjadi sarang bagi kuman penyebab penyakit? Mulai dari sakit perut, pilek, flu, atau cantengan bisa terjadi jika Anda tidak peduli dengan kebersihan kuku.
Itulah sebabnya memotong kuku itu penting. Selain terlihat lebih rapi, kotoran yang menempel pada kuku juga ikut dibersihkan. Ingat, saat memotong kuku bagian kutikula (lapisan bening yang berada di pangkal kuku) jangan ikut dipotong.
Selain itu, memotongnya jangan sampai terlalu pendek karena jari Anda bisa terluka atau membuat kotoran yang terjebak jadi sulit dibersihkan. Memotong atau mengikir kuku juga sebaiknya tidak dilakukan sehabis mandi atau berendam. Pasalnya, tangan yang cukup lama terkena air membuat kuku mudah robek.

2. Jangan menggigit kuku

Cemas, gelisah, bosan membuat seseorang menggigiti kukunya. Kebiasaan ini bisa membuat kuku jadi rusak teksturnya, bagian ujung kuku tidak rata, bahkan membuat Anda gampang sakit. Jika ingin punya kuku yang bagus, hentikan kebiasaan itu mulai sekarang.

3. Pilih kuku panjang atau pendek

Kuku panjang atau pendek itu pilihan Anda. Asal Anda tahu dan mampu merawatnya dengan baik. Meski terlihat bagus, jika Anda kurang nyaman dengan kuku panjang , sebaiknya pilih kuku pendek. Anda tetapi bisa menghias kuku meski kuku Anda pendek, kok.

4. Pakai pelembap kuku

Siapa bilang pelembap hanya untuk kulit saja? Jangan salah, kuku juga perlu nutrisi penting yang bisa didapatkan dari pelembap khusus kuku. Gel pelembap kuku yang mengandung vitamin E, biolin, dan emolien. Anda bisa mengoleskan pelembap kuku sebelum tidur setelah Anda cuci tangan.

5. Boleh pakai cat kuku, tapi jangan terlalu sering

Menghias kuku dengan kutek kuku gel boleh Anda lakukan. Namun, jangan terlalu sering untuk membiarkan kuku Anda bernapas. Saat membersihkan cat kuku, pilih bahan pembersih yang bebas aseton.

6. Konsumsi makanan bernutrisi

Menjaga kesehatan kuku bukan hanya dari luar tubuh tapi juga dari dalam. Caranya mudah dengan mengonsumsi makanan kaya protein dan vitamin B, seperti telur, ikan salmon, brokoli, ayam, dan bayam. Kedua nutrisi tersebut merangsang pertumbuhan kuku sehingga kuku tidak mudah rapuh.

Sumber dari: https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/tips-jaga-kesehatan-kuku/

Senin, 02 Maret 2020

Tips Mencegah Jerawat dengan Perawatan Kulit Sehari-hari

Tips Mencegah Jerawat dengan Perawatan Kulit Sehari-hari


Hasil gambar untuk mengatasi jerawat

Jerawat adalah masalah kulit yang terjadi ketika folikel rambut atau tempat tumbuhnya rambut tersumbat oleh minyak dan sel kulit mati. Kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, leher, punggung, dan dada.


Agar jerawat tidak muncul, ikuti beberapa tips mencegah jerawat dengan perawatan kulit secara teratur berikut:

1. Jaga kebersihan wajah 

Basuh wajah kamu maksimal 2 kali sehari dengan sabun wajah yang berformula lembut. Usap perlahan dan bilas dengan air hangat hingga bersih. Hindari menggosok kulit dengan batu apung atau spons kasar. Cuci dengan kain yang lembut atau tangan. Lalu, keringkan wajah dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk perlahan. 

2. Lembapkan wajah 

Banyak produk perawatan kulit yang berformula keras sehingga membuat kulit kering. Gunakan pelembab agar kulit senantiasa lembut, kenyal, dan kencang. Cari produk berlabel "noncomedogenic" yang bersifat anti jerawat. Ada beberapa pelembap yang dirancang untuk kulit berminyak, kering, atau kombinasi. 

3. Teliti produk jerawat yang dijual bebas  

Sebagian besar produk jerawat mengandung bahan seperti benzoil peroksida, asam salisilat, asam glikolat, atau asam laktat. Bahan ini mencegah bakteri namun membuat kulit kering. Pilihan lain adalah gel retinoid topikal yang bisa mencegah jerawat. 

4. Hindari make-up tebal 

Menggunakan riasan wajah atau makeup tebal setiap hari dapat menyumbat pori-pori kulit dan menyebabkan produksi minyak berlebih. Jika kamu harus memakai makeup, bersihkan makeup dengan baik sebelum tidur. Pilih jenis kosmetik bebas minyak, tanpa zat pewarna, dan berlabel "noncomedogenic," yang tidak menyebabkan jerawat. 

5. Pilih produk rambut yang tepat 

Penggunaan produk rambut, seperti minyak, pomade, atau gel, bisa memicu terbentuknya jerawat karena menetes ke area wajah. Tips mencegah jerawat yang bisa kamu coba adalah memilih sampo dan kondisioner yang lembut untuk mencegah kulit kepala atau rambut berminyak yang bisa memicu jerawat. 

6. Jangan terlalu sering menyentuh wajah

 Hindari terlalu sering menyentuh wajah atau menyangga pipi/dagu dengan tangan. Tindakan ini tidak hanya menyebarkan bakteri dari tangan ke wajah, tetapi juga bisa menimbulkan iritasi pada kulit berjerawat. Selain itu, tips mencegah jerawat lainnya adalah jangan pernah memencet jerawat dengan jari karena bisa menyebabkan infeksi dan jerawat membekas. 

7. Lindungi kulit dari sinar matahari 

Paparan sinar matahari dapat meningkatkan peradangan dan kemerahan pada kulit hingga menyebabkan jerawat. Jika kamu menerapkan obat jerawat, hindari sinar matahari, terutama di atas jam 10 pagi. Oleskan tabir surya berspektrum luas lebih dari SPF 30 minimal 2 jam sekali untuk melindungi kulit dari sinar matahari. 

8. Nutrisi kulit 

Tips mencegah jerawat yang tak kalah penting diperhatikan adalah selalu menutrisi kulit dengan makanan yang tepat. Makanan tertentu juga bisa memicu hadirnya jerawat. Misalnya, gorengan, junk food, atau makanan yang mengandung produk susu dan makanan tinggi gula. Sebaiknya, konsumsi lebih banyak buah-buahan segar, sayuran, atau biji-bijian agar kulit lebih sehat, cantik, dan terawat. 

9. Rutin berolahraga 

Olahraga secara teratur adalah tips mencegah jerawat yang terbukti dapat menyehatkan kulit dan menjaga kecantikan. Ketika berolahraga, kenakan pakaian yang nyaman agar kulit tidak mudah teriritasi. Setelah berolahraga, mandi dan cuci wajah menggunakan produk sabun yang sesuai dengan tipe kulit. 

10. Hindari stres 

Para ahli juga mengaitkan stres dengan munculnya jerawat. Semakin tinggi tingkat stres, kamu juga berpotensi besar menghadapi risiko kulit berjerawat karena hormon kortisol yang berlebihan. Tanyakan pada diri apa yang membuat stres, lalu cari solusinya dengan berbicara pada teman, saudara, atau berlibur ke tempat yang menyenangkan. Bila masih ragu, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan tips mencegah jerawat yang sesuai dengan kondisi kulitmu.





Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "10 Tips Mencegah Jerawat dengan Perawatan Kulit Sehari-hari", https://lifestyle.kompas.com/read/2019/09/03/143954020/10-tips-mencegah-jerawat-dengan-perawatan-kulit-sehari-hari?page=all.
Editor : Wisnubrata