Senin, 16 Desember 2019

Personal Hygiene

Pentingnya Penerapan Personal Hygiene dalam Kehidupan Sehari-hari

                     Image result for personal hygiene              Image result for personal hygiene


1.      Pengertian Personal Hygiene

Personal hygiene (kebersihan diri) merupakan kebersihan diri yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri sendiri baik secara fisik maupun mental. Kebersihan diri merupakan langkah awal dalam mewujudkan kesehatan diri karena tubuh yang bersih meminimalkan risiko seseorang terjangkit suatu penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri yang buruk (Haswati, Sulisyowati, 2017).
Personal hygiene atau kesehatan pribadi adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan diri yang meliputi kebersihan rambut, telinga, gigi dan mulut, kuku, kulit, dan kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Iqbal, Indrawati,  Susanto, 2017).
Personal hygiene (kebersihan diri) memiliki tujuan yaitu untuk memelihara kebersihan diri, menciptakan keindahan, serta meningkatkan derajat kesehatan individu sehingga dapat mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri maupun orang lain, baik secara sendiri/mandiri maupun dengan menggunakan bantuan dari orang lain, serta menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan (Haswati, Sulisyowati, 2017). Sementara secara khusus tujuan perawatan personal hygiene yaitu untuk menghilangkan minyak yang menumpuk, keringat, sel-sel kulit yang mati dan bakteri, menghilangkan bau badan yang berlebih, memelihara integritas permukaan kulit, menstimulasi sirkulasi/peredaran darah, memberikan kesempatan pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit, meningkatkan percaya diri seseorang, menciptakan keindahan dan meningkatkan derajat kesehatan seseorang (Iqbal, Indrawati, Susanto, 2017).


2.      Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene

               Menurut Haswati dan Sulisyowati (2017) sikap seseorang melakukan personal hygiene dipengaruhi oleh sejumlah factor, diantaranya sebagai berikut.

a.    Citra tubuh (Body Image)
Body image seseorang berpengaruh dalam pemenuhan personal hygiene karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli terhadap kebersihannya. Penampilan umum pasien dapat menggambarkan pentingnya personal hygiene pada orang tersebut. Citra tubuh merupakan konsep subyektif seseorang tentang tubuhnya, termasuk penampilan, struktur atau fungsi fisik. Citra tubuh dapat berubah karena operasi, pembedahan, menderita penyakit atau perubahan status fungsional. Personal hygiene yang baik akan mempengaruhi terhadap peningkatan citra tubuh individu.
b.      Praktik sosial
Kelompok sosial mempengaruhi bagaimana pasien dalam pelaksanaan praktik personal hygiene. Termasuk produk dan frekuensi perawatan pribadi. Selama masa kanak-kanak, kebiasaan keluarga mempengaruhi hygiene, misalnya frekuensi mandi, waktu mandi dan jenis hygiene mulut. Pada masa remaja, hygiene pribadi dipengaruhi oleh teman. Misalnya remaja wanita mulai tertarik pada penampilan pribadi dan mulai memakai riasan wajah. Pada masa dewasa, teman dan kelompok kerja membentuk harapan tentang penampilan pribadi. Sedangkan pada lansia beberapa praktik hygiene berubah karena kondisi hidupnya dan sumber yang tersedia. Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri, maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
c.       Status sosial ekonomi
Status ekonomi akan mempengaruhi jenis dan sejauh mana praktik hygiene dilakukan. Kondisi social ekonomi seseorang mempengarhi kemampuan seseorang untuk memenuhi sarana prasrana yang dibutuhkan untuk mempertahankan kebersihan sendiri. Contohnya kondisi keuangan seseorang mempengaruhi kepemilikan kamar mandi di rumah dan jenis sabun mandi, sampo atau sikat gigi yang digunakan dan mampu dibeli.
d.      Pengetahuan dan motivasi kesehatan
Pengetahuan tentang pentingnya kesehatan dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi praktik hygiene. Meskipun demikian, pengetahuan sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk memelihara kesehatan diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit mampu mendorong klien untuk meningkatkan hygiene.
e.       Variable budaya
Kepercayaan kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik perawatan diri yang berbeda. Misalnya: Di Amerika Utara banyak orang yang menggunakan shower sehati-hari atau bak mandi. Di Asia kebersihan dianggap penting bagi kesehatan. Di negara-negara Eropa biasa untuk mandi hanya sekali dalam seminggu. Dalam merawat klien dengan praktik personal hygiene yang berbeda, petugas harus mampu membuat keputusan atau mencoba untuk menentukan standar kebersihannya.
f.       Kebiasaan atau pilihan pribadi
Setiap klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi, bercukur dan melakukan perawatan rambut. Klien memiliki produk yang berbeda (misalnya sampo, sabun dan pasta gigi) menurut pilihan dan kebutuhan pribadi. Klien juga memiliki pilihan mengenai bagaimana melakukan hygiene. Misalnya, seorang pria menyukai bercukur sebelum mandi, padahal yang lainnya bercukur setelah mandi. Petugas tidak mencoba untuk mengubah pilihan klien, kecuali hal tersebut mempengaruhi kesehatan klien.
g.      Kondisi fisik klien

Orang yang menderita penyakit tertentu (misalnya kanker tahap lanjut) atau yang menjalani operasi sering kali kekurangan energy fisi atau ketangkasan untuk melakukan  hygiene pribadi. Seorang klien yang menggunakan gips pada tangannya atau menggunakan traksi membutuhkan bantuan untuk mandi yang lengkap.

3.      Jenis Personal Hygiene

              Menurut Haswati dan Sulisyowati (2017) jenis personal hygiene terbagi menjadi delapan, diantaranya sebagai berikut.

a.       Perawatan kulit
Kulit merupakan bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai kuman dan trauma, sehingga diperlukan perawatan yang baik dalam mempertahankan fungsinya.
1)      Fungsi kulit
Adapun fungsi utama dari kulit yaitu melindungi jaringan di bawahnya dari berbagai kuman penyakit dan trauma, mengatur suhu tubuh dengan mekanisme sebagai berikut; konduksi, yaitu menyalurkan panas melalui kontak dengan benda lain atau udara; konveksi, yaitu membuang panas ke udara melalui permukaan kulit; evaporasi, yaitu membuang panas dengan cara mengeluarkan keringat, mengatur keseimbangan tubuh dan membantu produksi keringat serta penguapan, sebagai indera peraba yang membantu tubuh menerima rangsangan dari luar karena kulit memiliki reseptor saraf yang peka terhadap suhu, tekanan, sentuhan dan rasa nyeri, sebagai alat seksresi melalui pengeluaran keringat yang mengandung air, garam dan nitrogen, menghasilkan minyak untuk menjaga kelembaban kulit, mencegah pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan, dan menghasilkan dan menyerap vitamin D sebagai penghubung atau pemberi vitamin D dari sinar ultraviolet matahari.
2)      Cara merawat kulit
Salah satu cara untuk membersihkan kulit adalah mandi. Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang mandi yaitu membiasakan mandi dua kali sehari atau setelah beraktivitas, menggunakan sabun yang tidak iritatif dan jangan gunakan sabun mandi untuk mencuci muka, menyabuni seluruh tubuh terutama daerah lipatan kulit, misalnya sela sela jari, ketiak dan belakang telinga, dan mengeringkan tubuh dengan handuk yang mandi segera setelah mandi.
b.      Perawatan kuku
Kuku merupakan lempengan keratin teransparan yang berasal dari invagasi epidermis. Secara anatomis, kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku, kantung kuku, akar kuku dan lanula. Pertumbuhan kuku berlangsung terus menerus seumur hidup, tetapi pada usia muda kuku tumbuh lebih cepat. Kuku pada jari tangan umumnya tumbuh rata-rata 1 mm per minggu.
Menjaga kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Oleh sebab itu, kuku sudah seharusnya selalu dalam keadaan bersih dan sehat.
1)      Cara merawat kuku
Cara merawat kuku harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik dan benar diantaranya.
a)    Kuku jari tangan dapat dipotong dengan pengikir atau memotongnya dalam bentuk oval (bujur) atau mengikuti bentuk jari sedangkan kuku jari kaki dipotong dalam bentuk lurus.
b)   Jangan memotong kuku terlalu pendek karena bisa melukai selaput kulit dan kulit disekitar kuku.
c)     Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku dengan benda tajam sebab akan merusak jaringan di bawah kuku.
d)     Potong kuku seminggu sekali atau sesuai dengan kebutuhan, khusus untuk jari kaki sebaiknya dipotong dengan segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu.
e)      Jangan menggigiti kuku karena akan merusak jarungan kuku.
2)      Gangguan pada kuku
Gangguan pada kuku diantaranya sebagai berikut.
a)    Tinea pedis merupakan suatu keadaan dimana kuku terdapat guratan kekuningan pada lempengan kuku yang pada akhirnya menyebabkan seluruh kuku menjadi tebal, berubah warna dan rapuh, penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur Epidermophyton, Trichophyton, Microporum dan C. Albicans dikaki.
b)      Ingerown nail yaitu suatu keadaan dimana kuku tangan tidak tumbuh dan terasa sakit dibagian tersebut. Paronychia yaitu radang disekitar jaringan kuku.
c)   Ram’s horn nail yaitu keadaan pertumbuhan kuku yang lambat dan terdapat kerusakan di dasar kuku atau infeksi.
d)  Bau tidak sedap yaitu suatu keadaan dima kuku memiliki bau tidak sedap yang disebabkan oleh reaksi mikroorganisme pada kuku atau kaki yang menyebabkan bau tidak sedap.
c.       Perawatan rambut
Rambut merupakan struktur kulit. Secara anatomis, rambut terdiri dari bagian batang, akar rambut, sarung akar, folikel rambut serta kelenjar sebasea. Normalnya rambut tumbuh karena mendapat suplai darah dari pembuluh-pembuluh darah disekitar rambut. Beberapa hal yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut adalah panas dan kondisi malnutrisi.
Adapun ciri-ciri dari rambut yang sehat adalah rambut terlihat mengkilap tidak kering dan tidak terlalu berminyak, tidak bercabang dan tidak mudah patah. Fungsi dari rambut yaitu sebagai proteksi dan pengatur suhu (melindungi dari panas) dan keindahan atau mempercantik penampilan.
1)      Cara merawat rambut
Cara merawat rambut yaitu dengan mencuci rambut 1-2 kali dalam seminggu (sesuai kebutuhan) dan gunakan sampo yang cocok, lakukan pemijatan pada kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang pertumbuhan rambut, potong rambut agar terlihat rapih, gunakan sisir rambut yang bergigi besar untuk merapihkan rambut keriting dan olesi rambut dengan minyak, jangan menggunakan sisir yang bergigi tajam karena dapat melukai kulit kepala, pada rambut ikal sisir rambut mulai dari ujung hingga ke pangkal dengan perlahan dan hati-hati.
2)      Gangguan pada  rambut
Gangguan pada rambut diantaranya sebagai berikut.
a) Kotembe yaitu pelepasan kulit kepala yang disertai rasa gatal, kutu misalnya Pediculotis capatis yang menghisap darah dan menyebabkan rasa gatal.
b)    Alopeia (kehilangan rambut) dapat disebabkan oleh pemakaian alat pelurus ataupun pengering rambut, pengikatan rambut yang terlalu kuat, dan pemakaian produk perawatan rambut yang tidak cocok.
c)      Serorheic dermatitis merupakan radang pada kulit kepala yang ditumbuhi rambut.
d.      Perawatan mata
Mata adalah salah satu indera tubuh manusia yang sangat kompleks dan berfungsi untuk penglihatan. Pemeriksaan mata rutin dapat dilakukan lebih sering pada mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit-penyakit mata seperti tekanan bola mata tinggi (glukoma) atau katarak diusia muda. Adapun ciri-ciri mata yang sehat adalah tampak jernih dan bersih dari kotoran.
1)      Cara perawatan mata
Usap kotoran pada mata dari sudut mata bagian dalam kesudut mata bagian luar. Saat mengusap mata gunakan kain paling lembut dan bersih. Lindungan mata dari kemasukan debu dan kotoran.
2)      Gangguan pada mata
Gangguan pada mata yaitu ada Astigmamtisme dan rabun. Astigmamtisme adalah kelainan pada mata sehingga pancaran cahaya dari satu titik tidak jatuh pada satu titik fokus, yang menyebabkan pandangan menjadi kabur. Sedangkan, rabun adalah ganggu memfokuskan bayangan benda yang dilihat. Gangguan Astigmamtisme dan rabun dapat diatasi dengan menggunakan kacamata atau lensa, atau juga dapat diobati dengan bedah refraktif menggunakan sinar laser (LASIK) oleh dokter mata, agar pasien terbebas dari kacamata atau lensa kontak dengan tujuan mempertahankan kesehatan mata dan mencegah infeksi.
e.       Perawatan hidung
Cara melakukan perawatan hidung antara lain.
1)      Jaga lubang hidung agar tidak kemasukan air atau benda kecil.
2)   Jangan membiarkan benda kecil masuk ke hidung karena dapat menyebabkan benda kecil terhisap dan menyumbat saluran pernafasan serta menyebabkan membrane mukosa terluka.
3)  Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang hidung, hembukan secara perlahan-lahan dengan membiarkan kedua lubang hidung tetap terbuka.
4) Jangan mengeluarkan kotoran hidung dengan menggunakan jari, karena dapat mengiritasi membran mukosa hidung.
f.       Perawatan telinga
Cara melakukan perawatan telinga antara lain.
1)      Bila terdapat kotoran yang menyumbat telinga keluarkan secara perlahan-lahan dengan menggunakan penyedot telinga.
2) Bila menggunakan air yang disemprotkan, lakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan kerusakan pada telinga akibat dari tekanan air yang berlebih.
3)  Aliran yang masuk hendaklah diarahkan kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga.
4)  Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat merusak gendang telinga.
g.      Perawatan gigi dan mulut
Gigi dan mulut merupakan bagian pertama dari system pencernaan dan merupakan bagian tambahan dari system pernafasan. Di dalam rongga ini terdapat gigi, lidah, kelenjar ludah (sublingualis, submandibularis, dan parotis), tonsil, dan uvula. Dalam rongga mulut gigi dan lidah berperan penting dalam proses pencernaan awal. Selain itu, ada pula saliva yang penting untuk membersihkan mulut secara mekanik. Mulut merupakan rongga yang tidak bersih dan penuh dengan bakteri, karenanya harus selalu dibersihkan. Adapun salah satu tujuan perawatan gigi dan mulut adalah untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui mulut.
1)        Cara merawat gigi dan  mulut
Cara merawat gigi dan mulut adalah dengan tidak memakan makanan yang terlalu manis dan asam, tidak menggunakan gigi untuk menggit atau mencongkel benda keras seperti membuka tutup botol, menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat menyebabkan gigi patah, menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebeum tidur. Pada saat menyikat gigi, gunakan sikat gigi yang berbulu banyak, halus dan kecil sehingga dapat menjangkau bagian dalam gigi, meletakan sikat pada 45˚ di pertemuan antar gigi dan gusi lalu sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi, menyikat gigi dari atas ke bawah dan seterusnya, dan yang terakhir gigi perlu diperiksa secara teratur setiap 6 bulan.
2)      Gangguan pada gigi dan  mulut
Gangguan pada gigi dan mulut terbagi menjadi enam, yaitu sebagai berikut.
a)      Karies gigi (radang pada gigi) adalah suatu kondisi terdapat lubang akibat kerusakan pada gigi yang berhubungan dengan kekurangan kalium.
b)      Halitosis adalah bau nafas yang tidak sedap biasanya disebabkan oleh kuman atau hal lainnya.
c)      Plak adalah suatu lapisan transparan yang sangat tipis terdiri atas mucus dan bakteri yang menyelimuti permukaan gigi yang dapat menyebabkan karies, kalkulus (karang gigi), gingitivis (radang pada gusi), periodontitis (radang pada jaringan penyangga gigi).
d)     Periodontal disease merupakan suatu keadaan gigi mudah berdarah dan bengkak.
e)      Stomatitis (sariawan) adalah radang yang terjadi pada daerah mukosa atau rongga mulut, hal ini dapat terjadi karena defisiensi vitamin, infeksi bakteri atau virus dan kemoterapi.
f)       Glositis adalah radang yang terjadi pada lidah. Dan yang terakhir, kilosis adalah bibir yang pecah pecah, yang disebabkan oleh hipersalivasi, nafas mulut dan defisiensi riboflavin.
h.      Perawatan alat kelamin
Perawatan diri pada alat kelamin atau genetalia pada perempuan adalah perawatan pada genetalia eksterna yang terdiri dari mons veneris. Labiya mayora, labiya minora, klitoris, uretra, vagina, perineum dan anus. Sedangkan, pada laki laki difokuskan pada daerah ujung penis untuk mencegah penumpukan sisa urine.
Tujuan dari perawatan alat kelamin yaitu untuk mencegah dan mengontrol infeksi, mencegah kerusakan kulit, meningkatkan kenyamanan, dan mempertahankan kebrsihan diri.
1)      Perawatan pada wanita
Perawatan penineum dan area genetalia eksterna dilakukan pada saat mandi (2x sehari).
2)      Perawatan pada pria
Perawatan dilakukan 2x sehari pada saat mandi. Pada pria terutama yang belum di sirkumsisi, karena adanya kulup pada penis yang menyebabkan urine mudah terkumpul disekitar gland penis yang lama kelamaan dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti kanker penis.

DAFTAR PUSTAKA

Haswita, Sulistyowati, R. (2017). Kebutuhan dasar manusia. Jakarta: Trans Info Media.
Iqbal, W. Indrawati, L. Susanto, J. (2015). Buku ajar ilmu keperawatan dasar. Jakarta: Salemba medika.

0 komentar:

Posting Komentar