Pentingnya Penerapan Personal Hygiene dalam Kehidupan Sehari-hari
1.
Pengertian
Personal Hygiene
Personal
hygiene (kebersihan diri) merupakan
kebersihan diri yang dilakukan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan diri
sendiri baik secara fisik maupun mental. Kebersihan diri merupakan langkah awal
dalam mewujudkan kesehatan diri karena tubuh yang bersih meminimalkan risiko
seseorang terjangkit suatu penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan
kebersihan diri yang buruk (Haswati, Sulisyowati, 2017).
Personal hygiene atau kesehatan pribadi adalah upaya individu dalam memelihara kebersihan
diri yang meliputi kebersihan rambut, telinga, gigi dan mulut, kuku, kulit, dan
kebersihan dalam berpakaian dalam meningkatkan kesehatan yang optimal (Iqbal,
Indrawati, Susanto, 2017).
Personal hygiene (kebersihan diri) memiliki tujuan yaitu untuk memelihara kebersihan diri, menciptakan
keindahan, serta meningkatkan derajat kesehatan individu sehingga dapat
mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri maupun orang lain, baik secara
sendiri/mandiri maupun dengan menggunakan bantuan dari orang lain, serta
menciptakan penampilan yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan
(Haswati, Sulisyowati, 2017). Sementara secara khusus
tujuan perawatan personal hygiene
yaitu untuk menghilangkan minyak yang menumpuk, keringat, sel-sel kulit yang
mati dan bakteri, menghilangkan bau badan yang berlebih, memelihara integritas
permukaan kulit, menstimulasi sirkulasi/peredaran darah, memberikan kesempatan
pada perawatan untuk mengkaji kondisi kulit, meningkatkan percaya diri
seseorang, menciptakan keindahan dan meningkatkan derajat kesehatan seseorang
(Iqbal, Indrawati, Susanto, 2017).
2. Faktor yang Mempengaruhi Personal Hygiene
Menurut Haswati dan Sulisyowati (2017) sikap seseorang melakukan personal hygiene dipengaruhi oleh sejumlah factor, diantaranya sebagai berikut.
a.
Citra tubuh (Body Image)
Body image seseorang
berpengaruh dalam pemenuhan personal
hygiene karena adanya perubahan fisik sehingga individu tidak peduli
terhadap kebersihannya. Penampilan umum pasien dapat menggambarkan pentingnya personal hygiene pada orang tersebut.
Citra tubuh merupakan konsep subyektif seseorang tentang tubuhnya, termasuk penampilan,
struktur atau fungsi fisik. Citra tubuh dapat berubah karena operasi,
pembedahan, menderita penyakit atau perubahan status fungsional. Personal hygiene yang baik akan
mempengaruhi terhadap peningkatan citra tubuh individu.
b.
Praktik sosial
Kelompok sosial
mempengaruhi bagaimana pasien dalam pelaksanaan praktik personal hygiene. Termasuk produk dan frekuensi perawatan pribadi.
Selama masa kanak-kanak, kebiasaan keluarga mempengaruhi hygiene, misalnya frekuensi mandi, waktu mandi dan jenis hygiene mulut. Pada masa remaja, hygiene pribadi dipengaruhi oleh teman.
Misalnya remaja wanita mulai tertarik pada penampilan pribadi dan mulai memakai
riasan wajah. Pada masa dewasa, teman dan kelompok kerja membentuk harapan
tentang penampilan pribadi. Sedangkan pada lansia beberapa praktik hygiene berubah karena kondisi hidupnya
dan sumber yang tersedia. Pada anak-anak selalu dimanja dalam kebersihan diri,
maka kemungkinan akan terjadi perubahan pola personal hygiene.
c.
Status sosial ekonomi
Status
ekonomi akan mempengaruhi jenis dan sejauh mana praktik hygiene dilakukan. Kondisi social ekonomi seseorang mempengarhi
kemampuan seseorang untuk memenuhi sarana prasrana yang dibutuhkan untuk
mempertahankan kebersihan sendiri. Contohnya kondisi keuangan seseorang mempengaruhi
kepemilikan kamar mandi di rumah dan jenis sabun mandi, sampo atau sikat gigi
yang digunakan dan mampu dibeli.
d.
Pengetahuan dan motivasi kesehatan
Pengetahuan
tentang pentingnya kesehatan dan implikasinya bagi kesehatan mempengaruhi
praktik hygiene. Meskipun demikian,
pengetahuan sendiri tidaklah cukup. Klien juga harus termotivasi untuk
memelihara kesehatan diri. Seringkali, pembelajaran tentang penyakit mampu
mendorong klien untuk meningkatkan hygiene.
e.
Variable budaya
Kepercayaan
kebudayaan klien dan nilai pribadi mempengaruhi perawatan hygiene. Orang dari latar kebudayaan yang berbeda mengikuti praktik
perawatan diri yang berbeda. Misalnya: Di Amerika Utara banyak orang yang
menggunakan shower sehati-hari atau bak mandi. Di Asia kebersihan dianggap
penting bagi kesehatan. Di negara-negara Eropa biasa untuk mandi hanya sekali
dalam seminggu. Dalam merawat klien dengan praktik personal hygiene yang berbeda, petugas harus mampu membuat
keputusan atau mencoba untuk menentukan standar kebersihannya.
f.
Kebiasaan atau pilihan pribadi
Setiap
klien memiliki keinginan individu dan pilihan tentang kapan untuk mandi,
bercukur dan melakukan perawatan rambut. Klien memiliki produk yang berbeda (misalnya
sampo, sabun dan pasta gigi) menurut pilihan dan kebutuhan pribadi. Klien juga
memiliki pilihan mengenai bagaimana melakukan hygiene. Misalnya, seorang pria menyukai bercukur sebelum mandi,
padahal yang lainnya bercukur setelah mandi. Petugas tidak mencoba untuk
mengubah pilihan klien, kecuali hal tersebut mempengaruhi kesehatan klien.
g.
Kondisi fisik klien
Orang
yang menderita penyakit tertentu (misalnya kanker tahap lanjut) atau yang
menjalani operasi sering kali kekurangan energy fisi atau ketangkasan untuk
melakukan hygiene pribadi. Seorang klien yang menggunakan gips pada tangannya
atau menggunakan traksi membutuhkan bantuan untuk mandi yang lengkap.
3. Jenis Personal Hygiene
Menurut Haswati dan Sulisyowati (2017) jenis personal hygiene terbagi menjadi delapan, diantaranya sebagai berikut.
a.
Perawatan kulit
Kulit
merupakan bagian penting dari tubuh yang dapat melindungi tubuh dari berbagai
kuman dan trauma, sehingga diperlukan perawatan yang baik dalam mempertahankan
fungsinya.
1)
Fungsi kulit
Adapun
fungsi utama dari kulit yaitu melindungi jaringan di bawahnya dari berbagai
kuman penyakit dan trauma, mengatur suhu tubuh dengan mekanisme sebagai
berikut; konduksi, yaitu menyalurkan panas melalui kontak dengan benda lain
atau udara; konveksi, yaitu membuang panas ke udara melalui permukaan kulit;
evaporasi, yaitu membuang panas dengan cara mengeluarkan keringat, mengatur
keseimbangan tubuh dan membantu produksi keringat serta penguapan, sebagai
indera peraba yang membantu tubuh menerima rangsangan dari luar karena kulit
memiliki reseptor saraf yang peka terhadap suhu, tekanan, sentuhan dan rasa
nyeri, sebagai alat seksresi melalui pengeluaran keringat yang mengandung air,
garam dan nitrogen, menghasilkan minyak untuk menjaga kelembaban kulit,
mencegah pengeluaran cairan tubuh secara berlebihan, dan menghasilkan dan
menyerap vitamin D sebagai penghubung atau pemberi vitamin D dari sinar
ultraviolet matahari.
2)
Cara merawat kulit
Salah
satu cara untuk membersihkan kulit adalah mandi. Hal-hal yang perlu
diperhatikan tentang mandi yaitu membiasakan mandi dua kali sehari atau setelah
beraktivitas, menggunakan sabun yang tidak iritatif dan jangan gunakan sabun
mandi untuk mencuci muka, menyabuni seluruh tubuh terutama daerah lipatan
kulit, misalnya sela sela jari, ketiak dan belakang telinga, dan mengeringkan
tubuh dengan handuk yang mandi segera setelah mandi.
b.
Perawatan kuku
Kuku
merupakan lempengan keratin teransparan yang berasal dari invagasi epidermis.
Secara anatomis, kuku terdiri atas dasar kuku, badan kuku, dinding kuku,
kantung kuku, akar kuku dan lanula. Pertumbuhan kuku berlangsung terus menerus
seumur hidup, tetapi pada usia muda kuku tumbuh lebih cepat. Kuku pada jari
tangan umumnya tumbuh rata-rata 1 mm per minggu.
Menjaga
kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam mempertahankan perawatan diri
karena berbagai kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku. Oleh sebab itu,
kuku sudah seharusnya selalu dalam keadaan bersih dan sehat.
1)
Cara merawat kuku
Cara
merawat kuku harus diperhatikan dan dilakukan dengan baik dan benar
diantaranya.
a) Kuku jari tangan dapat dipotong dengan
pengikir atau memotongnya dalam bentuk oval (bujur) atau mengikuti bentuk jari
sedangkan kuku jari kaki dipotong dalam bentuk lurus.
b) Jangan memotong kuku
terlalu pendek karena bisa melukai selaput kulit dan kulit disekitar kuku.
c) Jangan membersihkan kotoran dibalik kuku
dengan benda tajam sebab akan merusak jaringan di bawah kuku.
d)
Potong kuku seminggu
sekali atau sesuai dengan kebutuhan, khusus untuk jari kaki sebaiknya dipotong
dengan segera setelah mandi atau direndam dengan air hangat terlebih dahulu.
e)
Jangan menggigiti kuku karena akan merusak
jarungan kuku.
2)
Gangguan pada kuku
Gangguan pada kuku
diantaranya sebagai berikut.
a) Tinea
pedis merupakan suatu keadaan dimana kuku
terdapat guratan kekuningan pada lempengan kuku yang pada akhirnya menyebabkan
seluruh kuku menjadi tebal, berubah warna dan rapuh, penyakit ini
disebabkan oleh infeksi jamur Epidermophyton,
Trichophyton, Microporum dan C.
Albicans dikaki.
b)
Ingerown
nail yaitu suatu keadaan dimana kuku tangan
tidak tumbuh dan terasa sakit dibagian tersebut. Paronychia yaitu radang disekitar jaringan kuku.
c) Ram’s
horn nail yaitu keadaan pertumbuhan kuku yang lambat
dan terdapat kerusakan di dasar kuku atau infeksi.
d) Bau tidak sedap yaitu suatu keadaan dima
kuku memiliki bau tidak sedap yang disebabkan oleh reaksi mikroorganisme pada
kuku atau kaki yang menyebabkan bau tidak sedap.
c.
Perawatan rambut
Rambut
merupakan struktur kulit. Secara anatomis, rambut terdiri dari bagian batang,
akar rambut, sarung akar, folikel rambut serta kelenjar sebasea. Normalnya
rambut tumbuh karena mendapat suplai darah dari pembuluh-pembuluh darah
disekitar rambut. Beberapa hal yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut adalah
panas dan kondisi malnutrisi.
Adapun
ciri-ciri dari rambut yang sehat adalah rambut terlihat mengkilap tidak kering
dan tidak terlalu berminyak, tidak bercabang dan tidak mudah patah. Fungsi dari
rambut yaitu sebagai proteksi dan pengatur suhu (melindungi dari panas) dan
keindahan atau mempercantik penampilan.
1)
Cara merawat rambut
Cara merawat rambut yaitu dengan mencuci
rambut 1-2 kali dalam seminggu (sesuai kebutuhan) dan gunakan sampo yang cocok,
lakukan pemijatan pada kulit kepala pada saat mencuci rambut untuk merangsang
pertumbuhan rambut, potong rambut agar terlihat rapih, gunakan sisir rambut
yang bergigi besar untuk merapihkan rambut keriting dan olesi rambut dengan
minyak, jangan menggunakan sisir yang bergigi tajam karena dapat melukai kulit
kepala, pada rambut ikal sisir rambut mulai dari ujung hingga ke pangkal dengan
perlahan dan hati-hati.
2)
Gangguan pada rambut
Gangguan pada rambut
diantaranya sebagai berikut.
a) Kotembe yaitu pelepasan kulit kepala yang
disertai rasa gatal, kutu misalnya Pediculotis
capatis yang menghisap darah dan menyebabkan rasa gatal.
b) Alopeia (kehilangan rambut) dapat
disebabkan oleh pemakaian alat pelurus ataupun pengering rambut, pengikatan
rambut yang terlalu kuat, dan pemakaian produk perawatan rambut yang tidak
cocok.
c)
Serorheic
dermatitis merupakan radang pada kulit kepala yang
ditumbuhi rambut.
d.
Perawatan mata
Mata adalah
salah satu indera tubuh manusia yang sangat kompleks dan berfungsi untuk
penglihatan. Pemeriksaan mata rutin dapat dilakukan lebih sering pada mereka
yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit-penyakit mata seperti tekanan
bola mata tinggi (glukoma) atau katarak diusia muda. Adapun ciri-ciri mata yang
sehat adalah tampak jernih dan bersih dari kotoran.
1)
Cara perawatan mata
Usap
kotoran pada mata dari sudut mata bagian dalam kesudut mata bagian luar. Saat
mengusap mata gunakan kain paling lembut dan bersih. Lindungan mata dari
kemasukan debu dan kotoran.
2)
Gangguan pada mata
Gangguan
pada mata yaitu ada Astigmamtisme dan
rabun. Astigmamtisme adalah kelainan
pada mata sehingga pancaran cahaya dari satu titik tidak jatuh pada satu titik fokus,
yang menyebabkan pandangan menjadi kabur. Sedangkan, rabun adalah ganggu
memfokuskan bayangan benda yang dilihat. Gangguan Astigmamtisme dan rabun dapat diatasi dengan menggunakan kacamata
atau lensa, atau juga dapat diobati dengan bedah refraktif menggunakan sinar
laser (LASIK) oleh dokter mata, agar pasien terbebas dari kacamata atau lensa
kontak dengan tujuan mempertahankan kesehatan mata dan mencegah infeksi.
e.
Perawatan hidung
Cara
melakukan perawatan hidung antara lain.
1)
Jaga lubang hidung agar tidak kemasukan air
atau benda kecil.
2) Jangan membiarkan benda kecil masuk ke
hidung karena dapat menyebabkan benda kecil terhisap dan menyumbat saluran
pernafasan serta menyebabkan membrane mukosa terluka.
3) Sewaktu mengeluarkan debu dari lubang
hidung, hembukan secara perlahan-lahan dengan membiarkan kedua lubang hidung
tetap terbuka.
4) Jangan mengeluarkan kotoran hidung dengan
menggunakan jari, karena dapat mengiritasi membran mukosa hidung.
f.
Perawatan telinga
Cara
melakukan perawatan telinga antara lain.
1)
Bila terdapat kotoran yang menyumbat
telinga keluarkan secara perlahan-lahan dengan menggunakan penyedot telinga.
2) Bila menggunakan air yang disemprotkan,
lakukan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan kerusakan pada telinga akibat
dari tekanan air yang berlebih.
3) Aliran yang masuk hendaklah diarahkan
kesaluran telinga dan bukan langsung ke gendang telinga.
4) Jangan menggunakan peniti atau jepit rambut
untuk membersihkan kotoran telinga karena dapat merusak gendang telinga.
g.
Perawatan gigi dan mulut
Gigi dan
mulut merupakan bagian pertama dari system pencernaan dan merupakan bagian
tambahan dari system pernafasan. Di dalam rongga ini terdapat gigi, lidah,
kelenjar ludah (sublingualis, submandibularis, dan parotis), tonsil, dan uvula.
Dalam rongga mulut gigi dan lidah berperan penting dalam proses pencernaan
awal. Selain itu, ada pula saliva yang penting untuk membersihkan mulut secara
mekanik. Mulut merupakan rongga yang tidak bersih dan penuh dengan bakteri,
karenanya harus selalu dibersihkan. Adapun salah satu tujuan perawatan gigi dan
mulut adalah untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui mulut.
1)
Cara merawat gigi dan mulut
Cara
merawat gigi dan mulut adalah dengan tidak memakan makanan yang terlalu manis
dan asam, tidak menggunakan gigi untuk menggit atau mencongkel benda keras
seperti membuka tutup botol, menghindari kecelakaan seperti jatuh yang dapat
menyebabkan gigi patah, menyikat gigi sesudah makan dan khususnya sebeum tidur.
Pada saat menyikat gigi, gunakan sikat gigi yang berbulu banyak, halus dan kecil
sehingga dapat menjangkau bagian dalam gigi, meletakan sikat pada 45˚ di pertemuan antar
gigi dan gusi lalu sikat menghadap kearah yang sama dengan gusi, menyikat gigi
dari atas ke bawah dan seterusnya, dan yang terakhir gigi perlu diperiksa
secara teratur setiap 6 bulan.
2)
Gangguan pada gigi dan mulut
Gangguan
pada gigi dan mulut terbagi menjadi enam, yaitu sebagai berikut.
a)
Karies gigi (radang pada gigi) adalah suatu
kondisi terdapat lubang akibat kerusakan pada gigi yang berhubungan dengan
kekurangan kalium.
b)
Halitosis adalah bau nafas yang tidak sedap
biasanya disebabkan oleh kuman atau hal lainnya.
c)
Plak adalah suatu
lapisan transparan yang sangat tipis terdiri atas mucus dan bakteri yang
menyelimuti permukaan gigi yang dapat menyebabkan karies, kalkulus (karang
gigi), gingitivis (radang pada gusi), periodontitis (radang pada jaringan
penyangga gigi).
d)
Periodontal disease merupakan suatu keadaan
gigi mudah berdarah dan bengkak.
e)
Stomatitis (sariawan)
adalah radang yang terjadi pada daerah mukosa atau rongga mulut, hal ini dapat
terjadi karena defisiensi vitamin, infeksi bakteri atau virus dan kemoterapi.
f)
Glositis adalah radang yang terjadi pada
lidah. Dan yang terakhir, kilosis adalah bibir yang pecah pecah, yang
disebabkan oleh hipersalivasi, nafas mulut dan defisiensi riboflavin.
h. Perawatan
alat kelamin
Perawatan
diri pada alat kelamin atau genetalia pada perempuan adalah perawatan pada
genetalia eksterna yang terdiri dari mons veneris. Labiya mayora, labiya
minora, klitoris, uretra, vagina, perineum dan anus. Sedangkan, pada laki laki
difokuskan pada daerah ujung penis untuk mencegah penumpukan sisa urine.
Tujuan
dari perawatan alat kelamin yaitu untuk mencegah dan mengontrol infeksi,
mencegah kerusakan kulit, meningkatkan kenyamanan, dan mempertahankan kebrsihan
diri.
1)
Perawatan pada wanita
Perawatan
penineum dan area genetalia eksterna dilakukan pada saat mandi (2x sehari).
2)
Perawatan pada pria
Perawatan dilakukan 2x
sehari pada saat mandi. Pada pria terutama yang belum di sirkumsisi, karena
adanya kulup pada penis yang menyebabkan urine mudah terkumpul disekitar gland
penis yang lama kelamaan dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit seperti
kanker penis.
DAFTAR PUSTAKA
Haswita, Sulistyowati, R. (2017). Kebutuhan dasar
manusia. Jakarta: Trans Info Media.
Iqbal, W.
Indrawati, L. Susanto, J. (2015). Buku
ajar ilmu keperawatan dasar. Jakarta: Salemba medika.
0 komentar:
Posting Komentar